Dan Tuhanmu menjadikan apa yang dikehendaki-Nya dan menentukan pilihan-Nya
(Al Qashash ayat 68)
Menurut sejarah yang kita ketahui, sejak jaman kuno orang sebenarnya telah mulai memikirkan apakah suatu benda atau zat itu tersusun dari bagian-bagian terkecil yang tidak dapat terbagi lagi, ataukah zat itu dapat terus dibagi sampai tak ada hingganya. Jadi, persoalan yang meliputi fikiranya adalah persoalan mengenai struktur materi yang dapat dirumuskan sebagai berikut :
Kedua pilihan ini merupakan dua pandangan yang berlawanan tentang struktur materi dan mempunyai penganjur-penganjurnya yang sama-sama mempertahankan pendirian mereka masing-masing secara filsafat. Di dalam sejarah bangsa Yunani, tokoh-tokoh filsafat ini sangat terkenal.
Kecuali bangsa Yunani, bangsa-bangsa Asia juga mengenal filsafat-filsafat yang mendukung pandangan atoistik dari materi, misalnya bangsa India. Bagi orang-orang Islam di Baghdad atomisme itu pun sebenarnya tidak asing. Di dalam artikel ini kita tidak akan membicarakan tentang teori-teori kuno yang bersifat filsafat yang spekulatif itu, tetapi kita akan membahas atomisme itu dari sudut lain, yaitu dari sudut kenyataan yang dapat diuji dengan eksperimen dan pengujian.